• Sabtu, 18 April 2026

Dari Jakarta ke Irak: Strategi Migas Indonesia Akses Minyak Global untuk Amankan Pasokan Energi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Kamis, 18 Desember 2025 | 13:00 WIB
Wamen ESDM Yuliot Tanjung bertemu Deputy Minister Irak membahas kerja sama hulu migas dan peluang eksplorasi lapangan minyak baru.  (Instagram.com @tanjungyuliot)
Wamen ESDM Yuliot Tanjung bertemu Deputy Minister Irak membahas kerja sama hulu migas dan peluang eksplorasi lapangan minyak baru. (Instagram.com @tanjungyuliot)

INDONEISA24JAM.COM  - Mampukah kerja sama migas lintas negara menjadi kunci Indonesia mengamankan pasokan energi jangka panjang di tengah gejolak global dan ketergantungan impor yang masih tinggi saat ini

Pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi energi melalui pertemuan bilateral Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung dengan Deputy Minister of Upstream Affairs Irak Basim Mohammed Kudhair di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis sektor hulu migas.

Baca Juga: BRI Merombak Direksi Lagi, Ini Daftar Super Lengkap Direksi Baru Hasil RUPSLB Tahun 2025

Sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada energi nasional dan agenda pembangunan Asta Cita pemerintah.

Kementerian ESDM menilai Irak sebagai mitra potensial mengingat negara tersebut memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 145 miliar barel atau terbesar kelima dunia.

Peran Strategis Pertamina dalam Pengelolaan Lapangan Migas Irak

Pemerintah mendorong keterlibatan korporasi PT Pertamina International EP sebagai pelaksana operasional di sektor hulu migas Irak.

Baca Juga: APNI-FINI Tolak Denda Administrasi Tambang, Risiko Tekan Investasi Nikel 2025

Saat ini, Pertamina International EP telah memiliki participating interest sebesar 20 persen pada salah satu lapangan minyak Irak yang sudah berproduksi.

Pemerintah Irak membuka peluang peningkatan peran Pertamina, termasuk pengelolaan lapangan eksisting secara langsung.

Peluang Eksplorasi Lapangan Baru Melalui Skema Joint Venture

Irak juga mengundang Indonesia untuk menjajaki eksplorasi lapangan minyak baru atau green field melalui skema Joint Venture.

Baca Juga: Target 2026: Presiden Prabowo Ingin Hentikan Impor Solar, Papua Disiapkan Mandiri Energi

Skema ini dinilai memberikan peluang peningkatan cadangan migas nasional tanpa ketergantungan pada eksplorasi domestik semata.

Model kerja sama ini juga memungkinkan pembagian risiko investasi serta percepatan transfer teknologi eksplorasi migas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X