INDONESIA24JAM.COM - Apakah lonjakan IHSG ke rekor tertinggi benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat — atau hanya euforia sementara yang rawan koreksi?
Pada penutupan perdagangan 26 November 2025, IHSG mencatat rekor tertinggi di level 8.602,13, melonjak 0,94 persen dari hari sebelumnya.
Volume transaksi harian tembus sekitar Rp 26,7 triliun.
Baca Juga: 4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Istilah “To The Moon” Picu Antusias — Tapi…
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bereaksi dengan penuh antusiasme, melontarkan “to the moon, to the moon!” saat merespons kabar rekor IHSG.
Pernyataan ini memicu persepsi bahwa pasar saham Indonesia memasuki fase “bullish” jangka panjang.
Namun bisa juga memancing ekspektasi berlebihan di kalangan investor ritel.
Baca Juga: Temuan Anomali Bandara IMIP: Menhan Soroti Absennya Aparat Negara di Fasilitas Strategis
Saham Gorengan Jadi Sorotan Walau Korporasi Disanjung
Purbaya sendiri mengakui keberadaan saham gorengan dalam pergerakan pasar.
Namun menyebut bahwa kenaikan tidak hanya didorong oleh spekulasi — mayoritas saham ikut menguat.
Meski demikian, risiko koreksi tetap ada apabila ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tidak sesuai kenyataan.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Pertumbuhan Ekonomi Masih Jadi PR Pemerintah
Meskipun IHSG melesat, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum menunjukkan percepatan signifikan.
Purbaya pun sebelumnya pernah mengatakan bahwa lonjakan pasar saham harus diiringi dengan perbaikan ekonomi riil agar berkelanjutan.
Artikel Terkait
RI Perkuat Diplomasi: Penunjukan Wakil Dubes Baru untuk Optimalkan Investasi dan Perlindungan WNI
Batam Jadi Pintu Masuk Sebanyak 40,4 Ton Beras Ilegal Saat Indonesia Menuju Swasembada 2025
Kontraksi Ekonomi Papua Tengah Capai Minus 8 Persen, Ekspor Freeport Terganggu Imbas 2 Insiden
Investigasi Sungai Sekonyer Berujung Tindak 12 Pelaku PETI dengan Ancaman 15 Tahun Penjara
Angka dan Fakta Operasional Bandara IMIP: Tanpa Airnav, Tanpa Imigrasi, Tanpa Bea Cukai
Pertumbuhan Manufaktur 5,54 Persen: Pemerintah Siapkan 3 Kebijakan Besar Sektor Industri
Rencana Negosiasi Desember 2025: Pemerintah Matangkan 5 Skema Restrukturisasi Utang Whoosh
7 Alasan Syuriyah PBNU Copot Gus Yahya: Dari Kontroversi Pro-Israel hingga Masalah Tata Kelola Aset
Target PLTS Nasional Naik: Setiap Desa 1 MW, Tambang Ilegal Tanpa IPPKH Jadi Fokus Penertiban
Data 2019–2024 Ungkap Celah Bandara IMIP: Sjafrie Tegaskan Tak Boleh Ada Negara Dalam Negara