• Sabtu, 18 April 2026

Batam Jadi Pintu Masuk Sebanyak 40,4 Ton Beras Ilegal Saat Indonesia Menuju Swasembada 2025

Photo Author
Budi Purnomo, Indonesia 24 Jam
- Rabu, 26 November 2025 | 17:30 WIB
Menteri Pertanian meninjau langsung komoditas ilegal yang disita dari kapal di Pelabuhan Tanjung Sengkuang.   (Dok. Kementan)
Menteri Pertanian meninjau langsung komoditas ilegal yang disita dari kapal di Pelabuhan Tanjung Sengkuang. (Dok. Kementan)

INDONESIA24JAM.COM  - Mengapa beras ilegal terus berusaha masuk ketika stok nsional sedang berada pada level teraman dalam sejarah?

Apa ancaman psikologisnya bagu jutaan petani yang sedang Bersemangat neningkatkan produksi?

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyegel 40,4 ton beras ilegal di Batam pada Senin malam 24 November 2025 setelah laporan publik masuk melalui kanal Lapor Pak Amran.

Baca Juga: Penguatan Diplomasi: Mengapa RI Tambah Wakil Dubes di Beijing di Tengah Lonjakan Investasi Tiongkok

Penindakan Cepat Pemerintah dalam Mengamankan Stabilitas Pangan Nasional

Aparat gabungan menghentikan kapal sebelum bersandar penuh di Pelabuhan Tanjung Sengkuang setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan langkah cepat usai menerima laporan.

Barang ilegal yang disita mencakup beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, susu, parfum, mie impor, dan produk frozen food dalam volume besar.

Lima anak buah kapal sedang diperiksa aparat sementara seluruh muatan ilegal disegel untuk menunggu proses hukum berikutnya oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Wacana Redenominasi: 10 Tahun Mandek, Ekonom Sebut Tidak Ada Urgensi Kebijakan Mata Uang Baru

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal jumlah komoditas tetapi terkait dampak psikologis terhadap 115 juta petani.

Dampak Serius Terhadap Mental Petani yang Sedang Meningkat Produksinya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa masuknya beras ilegal dapat menjatuhkan semangat petani yang tengah berada pada puncak produksi nasional.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan 19 deregulasi mulai dari penurunan harga pupuk hingga peningkatan subsidi dua kali lipat untuk mendukung produksi petani.

Baca Juga: Dana Pemda Rp203 Triliun Mengendap, Prabowo Minta Penjelasan soal Serapan Anggaran 2025

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, munculnya beras impor ketika petani sedang menanam dapat merusak harga dan mental sehingga pemerintah harus hadir secara tegas.

Ia menambahkan bahwa demotivasi petani dapat memicu ketergantungan impor dan mengancam stabilitas pangan nasional yang saat ini berada dalam kondisi sangat baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X