Ketersediaan Stok Beras Nasional Berada pada Titik Paling Aman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan bahwa produksi beras nasional berada di angka 34,7 juta ton dengan stok Bulog mencapai 3,8 juta ton sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Mahfud MD Paparkan 30 Tahun Kemerosotan Demokrasi Disertai Lonjakan Korupsi dari Miliar ke Triliunan
Data tersebut menunjukkan bahwa beras ilegal tidak diperlukan karena pasokan dalam negeri sangat mencukupi dan mendukung target tanpa impor beras pada 2025.
Ia menekankan bahwa Indonesia sedang menuju swasembada sehingga impor ilegal merupakan ancaman bagi kepercayaan publik dan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan aktivitas yang dapat melemahkan kedaulatan pangan nasional.
Baca Juga: Impor Baju Bekas Ilegal Tembus 1.800 Jalur Tikus, Ekonom Desak Regulasi Baru Pemerintah
Koordinasi Kuat Antarlembaga Untuk Menutup Jalur Masuk Komoditas Ilegal
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Pangdam Kepri, Kapolda Kepri, Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, Dandim Batam, Bea Cukai, dan aparat penegak hukum atas langkah cepat mereka.
Ia menegaskan bahwa Batam sebagai kawasan perdagangan bebas tetap wajib mengikuti kebijakan pangan nasional karena beras adalah komoditas strategis negara.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat menggunakan kanal Lapor Pak Amran di nomor 0823-1110-9390 untuk mengawasi dan mencegah peredaran beras ilegal.****
Artikel Terkait
Transformasi Berujung Pidana, BPK Temukan Rp4,8–10 M, Namun Dakwaan Kerugian Jauh Lebih Besar
Tiga Kementerian Diminta Putuskan: Status Polisi Aktif di ESDM Pasca Putusan MK Jadi Sorotan
Kasus Korupsi Petral Meluas, Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Mohammad Riza Chalid
Kawasan Konservasi Baru: Upaya Pelestarian Flora-Fauna di Gunung Galunggung Tasikmalaya
Mentan Sebut 250 Ton Beras Thailand Masuk Tanpa Izin, Pemerintah Selidiki Celah Pengawasan
Ketergantungan Impor Kedelai, DPR Minta Kementan Prioritaskan Lahan Tanam Sesuai Arahan Presiden
Tiga Era Politik Indonesia Dinilai Melenceng: Mahfud MD Bandingkan Orde Baru dan Reformasi Lewat Data Korupsi
Baju Bekas Ilegal Membanjir, Ekonom Soroti Risiko Industri Tekstil Rp100 Triliun
Setelah 15 Tahun Wacana Mandek, Redenominasi Rupiah Dinilai Tidak Menguntungkan Perekonomian
RI Perkuat Diplomasi: Penunjukan Wakil Dubes Baru untuk Optimalkan Investasi dan Perlindungan WNI