INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana mungkin sebuah bandara dapat beroperasi tanpa satu pun perangkat negara yang seharusnya menjadi garda utama pengawasan?
Dan apa dampaknya ketika celah seperti itu dibiarkan terbuka di tengah intensifnya aktivitas industri strategis nasional?
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap dugaan anomali serius terkait operasional salah satu bandara di kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 1 MW PLTS per Desa, Pemerintah Percepat Eksekusi dan Penertiban Tambang Ilegal
Pernyataan tersebut disampaikan seusai menyaksikan Latihan Terintegrasi TNI di Morowali yang menyoroti kerentanan infrastruktur strategis nasional.
Sjafrie menjelaskan bahwa bandara tersebut diduga beroperasi tanpa kehadiran perangkat negara seperti Imigrasi, Bea Cukai, dan Airnav Indonesia.
Ia menilai absennya fungsi negara di bandara komersial maupun privat dapat membuka celah risiko keamanan dan kedaulatan ekonomi.
Baca Juga: 6 Pertimbangan Syuriyah PBNU yang Menjadi Dasar Pemberhentian Gus Yahya dari Tanfidziyah
Menurut laporan berbagai media, bandara yang dimaksud berkaitan dengan fasilitas udara milik Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang diresmikan pada 2019.
Pernyataan Menhan Tentang Risiko Kedaulatan Ekonomi Nasional
Sjafrie menegaskan bahwa situasi ini merupakan anomali yang tidak boleh dibiarkan, mengingat aktivitas industri bernilai tinggi terjadi di kawasan tersebut.
Ia menekankan tidak boleh ada “negara di dalam negara” dalam bentuk fasilitas industri yang berjalan tanpa struktur pengawasan pemerintah.
Menurutnya, kehadiran perangkat negara di semua pintu keluar-masuk wilayah sangat penting bagi perlindungan ekonomi dan keamanan nasional.
Baca Juga: Negosiasi Utang Rp 18 Triliun Whoosh: Danantara dan Menkeu Siapkan Proposal untuk Tiongkok
Sjafrie menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional bandara di kawasan industri strategis.
Artikel Terkait
Setelah 15 Tahun Wacana Mandek, Redenominasi Rupiah Dinilai Tidak Menguntungkan Perekonomian
RI Perkuat Diplomasi: Penunjukan Wakil Dubes Baru untuk Optimalkan Investasi dan Perlindungan WNI
Batam Jadi Pintu Masuk Sebanyak 40,4 Ton Beras Ilegal Saat Indonesia Menuju Swasembada 2025
Kontraksi Ekonomi Papua Tengah Capai Minus 8 Persen, Ekspor Freeport Terganggu Imbas 2 Insiden
Investigasi Sungai Sekonyer Berujung Tindak 12 Pelaku PETI dengan Ancaman 15 Tahun Penjara
Angka dan Fakta Operasional Bandara IMIP: Tanpa Airnav, Tanpa Imigrasi, Tanpa Bea Cukai
Pertumbuhan Manufaktur 5,54 Persen: Pemerintah Siapkan 3 Kebijakan Besar Sektor Industri
Rencana Negosiasi Desember 2025: Pemerintah Matangkan 5 Skema Restrukturisasi Utang Whoosh
7 Alasan Syuriyah PBNU Copot Gus Yahya: Dari Kontroversi Pro-Israel hingga Masalah Tata Kelola Aset
Target PLTS Nasional Naik: Setiap Desa 1 MW, Tambang Ilegal Tanpa IPPKH Jadi Fokus Penertiban