INDONESIA24JAM.COM - Apakah masuk akal jika penerimaan pajak melemah justru membuat pajak bagi anggota DPR RI dinaikkan?
Pernyataan ini memantik tanya lebih besar: seriuskah itu, atau sekadar canda untuk meredam ketegangan?
Menkeu Purbaya mengakui bahwa penerimaan pajak sepanjang 2025 belum memenuhi target.
Baca Juga: Jejak 4 Transaksi Besar Rp100 M di Rekening PBNU, Dokumen Audit Pengaruhi Evaluasi Gus Yahya
Realisasi hingga Oktober mencapai sekitar Rp 1.459 triliun, atau hanya ~70,2% dari target Rp 2.076,9 triliun.
Purbaya menyebut bahwa kondisi ekonomi nasional belum pulih sepenuhnya.
Banyak perusahaan masih kesulitan, sehingga beban pajak terhadap masyarakat atau pelaku usaha dianggap kurang tepat saat ini.
Baca Juga: IHSG Cetak Rekor Baru 8.602: Data Penguatan 0,94 Persen dan Respons Menkeu Undang Penasaran
Kelakar Tajam: “Naikkan Pajaknya DPR Dulu”
Saat celecetan kritik datang dari anggota Komisi XI atas realisasi pajak yang lesu, Purbaya melontarkan sindiran dengan nada bercanda."
"Kalau bisa, kita hajar — terutama anggota DPR, pajaknya kita naikin ya," kata Purbaya dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/11/2025),
Meski berbentuk guyonan, kata-katanya mengundang perhatian karena menyentil elite politik sendiri.
Baca Juga: 4 Pilar Strategis Kompas100 CEO Forum 2025 untuk Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Pernyataan itu bisa diterjemahkan sebagai tekanan simbolis untuk menunjukkan bahwa jika target pajak belum tercapai, maka penekanan tidak harus jatuh pada rakyat atau pengusaha saja.
Ketidaknormalan Ekonomi Jadi Alasan Rasional
Purbaya menegaskan bahwa membandingkan kinerja fiskal sekarang dengan periode normal tidak adil.
Artikel Terkait
Batam Jadi Pintu Masuk Sebanyak 40,4 Ton Beras Ilegal Saat Indonesia Menuju Swasembada 2025
Investigasi Sungai Sekonyer Berujung Tindak 12 Pelaku PETI dengan Ancaman 15 Tahun Penjara
Angka dan Fakta Operasional Bandara IMIP: Tanpa Airnav, Tanpa Imigrasi, Tanpa Bea Cukai
Pertumbuhan Manufaktur 5,54 Persen: Pemerintah Siapkan 3 Kebijakan Besar Sektor Industri
Rencana Negosiasi Desember 2025: Pemerintah Matangkan 5 Skema Restrukturisasi Utang Whoosh
7 Alasan Syuriyah PBNU Copot Gus Yahya: Dari Kontroversi Pro-Israel hingga Masalah Tata Kelola Aset
Target PLTS Nasional Naik: Setiap Desa 1 MW, Tambang Ilegal Tanpa IPPKH Jadi Fokus Penertiban
Data 2019–2024 Ungkap Celah Bandara IMIP: Sjafrie Tegaskan Tak Boleh Ada Negara Dalam Negara
Rekor IHSG 8.602 Dicapai dalam Sehari: Mengapa Purbaya Yakin Pasar Menuju Tren 9.000?
Audit PBNU 2022 Ungkap Rp100 M Dana Masuk, Syuriyah Akui Jadi Pertimbangan Pemecatan Gus Yahya