INDONESIA24JAM.COM - Apakah demokrasi lokal Indonesia harus terus membayar mahal ongkos politik yang kian tak terkendali?
Mungkinkah pilkada tetap demokratis tanpa terjebak praktik politik uang yang merusak legitimasi pemimpin daerah?
Gagasan Metode Campuran dalam Sistem Pilkada Indonesia
Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menilai skema Pilkada Jalan Tengah sebagai alternatif serius untuk memperbaiki kualitas demokrasi lokal Indonesia.
Baca Juga: Akses Ilegal Akun Jadi Sorotan, INDODAX Beberkan Temuan Awal Isu Dana Pengguna Kripto
Menurut Didik, metode campuran ini menggabungkan legitimasi rakyat dan institusi melalui dua tahap pemilihan yang saling melengkapi.
Tahap pertama dilakukan secara elektoral melalui pemilihan legislatif, di mana tiga peraih suara terbanyak otomatis menjadi kandidat kepala daerah.
Tahap kedua bersifat institusional, ketika DPRD memilih satu dari tiga kandidat tersebut sebagai kepala daerah definitif.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Sekotong: Lebih dari 1.000 Hektare Rusak, WNA Tiongkok Diduga Dalang
Legitimasi Elektoral Tetap Terjaga dalam Demokrasi Berlapis
Didik menegaskan bahwa metode ini tidak menghilangkan kedaulatan rakyat karena suara publik tetap menjadi fondasi utama pencalonan kepala daerah.
“Ini bukan pilkada tertutup ala Orde Baru, melainkan demokrasi berlapis dengan legitimasi elektoral dan institusional,” kata Didik.
Ia menyebut sistem dua tahap mampu menyaring kandidat populer sekaligus memastikan kelayakan melalui mekanisme perwakilan.
Baca Juga: APBN 2025 Tertekan Bunga Utang, Indef Wanti-Wanti Risiko Jebakan Fiskal
Model ini dinilai relevan di tengah maraknya praktik politik uang dalam pilkada langsung selama satu dekade terakhir.
Biaya Politik Mahal Dinilai Pemicu Korupsi Kepala Daerah
Didik menyoroti biaya pilkada langsung yang sangat tinggi sebagai sumber utama korupsi pasca-terpilih.
Artikel Terkait
CBA Minta Kejagung Telusuri Kasus BBM Rp958 Miliar, Fokus pada United Tractors dan Pamapersada
Sektor Riil Ekonomi Syariah Indonesia Mulai Dominasi, Keuangan Ikut Mendukung
Data Forbes-Bloomberg: Kekayaan Miliarder Teknologi Elon Musk Cetak Rekor Dunia di Akhir 2025
Forbes Catat Rekor Baru: Miliarder Teknologi Elon Musk Jadi Manusia Terkaya Sepanjang Sejarah
Romo FX Mudji Sutrisno Tutup Usia, Serikat Yesus Jadwalkan 2 Hari Misa Requiem di Jakarta
72 Ton Bawang Bombai Ilegal dari Eropa Terbukti Mengandung Organisme Pengganggu Tanaman
Daftar Terbaru 20 Orang Terkaya Asia 2025, Wakil Indonesia Prajogo Pangestu Geser Pendiri Alibaba
Beban Bunga Utang Serap Hingga 20 Persen Belanja, Indef Soroti Ketahanan Fiskal Indonesia
Bareskrim dan Interpol Kejar Pelaku Tambang Emas Ilegal Sekotong Yang Sudah Tinggalkan Indonesia
9,5 Juta Member Jadi Fokus, INDODAX Perkuat Edukasi Keamanan Usai Isu Dana Hilang