• Sabtu, 18 April 2026

Indonesia - Malaysia Bahas Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Jalur Energi dan Perdagangan Global Strategis

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Rabu, 1 April 2026 | 19:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim usai pertemuan bilateral membahas konflik global dan stabilitas ekonomi kawasan di Jakarta. (Dok. Bakim RI)
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim usai pertemuan bilateral membahas konflik global dan stabilitas ekonomi kawasan di Jakarta. (Dok. Bakim RI)

INDONESIA24JAM.COM - Apakah solidaritas Indonesia dan Malaysia bisa menjadi penyeimbang baru di tengah konflik global yang semakin memanas?

Bagaimana diplomasi regional dapat melindungi stabilitas ekonomi dan keamanan Asia Tenggara dari dampak konflik Asia Barat?

Indonesia dan Malaysia Perkuat Diplomasi Regional Hadapi Dinamika Geopolitik Global

Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Negara Jakarta pada Jumat (27/03/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Global Tembus 113 Dolar AS, SBY Ungkap Strategi Hadapi Risiko Krisis Energi Dunia

Pertemuan tersebut membahas dampak konflik Asia Barat terhadap stabilitas keamanan global serta potensi gangguan terhadap ekonomi internasional.

Diskusi kedua pemimpin menekankan pentingnya solidaritas kawasan Asia Tenggara menghadapi tekanan geopolitik yang terus berkembang.

Anwar Ibrahim yang saat ini menjabat Perdana Menteri Malaysia menegaskan pentingnya dialog konstruktif dalam merespons situasi global.

Baca Juga: Stok Beras Tembus 3,74 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Ketahanan Pangan Aman Hingga Akhir Tahun 2026

“Pertemuan penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat," kata Anwar Ibrahim.

Konflik Asia Barat Dorong Solidaritas Kawasan Asia Tenggara Semakin Relevan

Konflik kawasan Asia Barat menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas energi serta perdagangan global.

Indonesia dan Malaysia memandang koordinasi regional sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Krisis BBM Slovakia Makin Serius, Pemerintah Batasi Pembelian BBM Kendaraan Asing di Perbatasan Eropa

Anwar Ibrahim menegaskan kedua negara memiliki kepentingan bersama menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyat melalui penguatan kerja sama regional.

“Malaysia dan Indonesia menegaskan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau demi memelihara keamanan serta memperkukuh daya tahan ekonomi rakyat,” ujar Anwar Ibrahim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X