Ia menyampaikan rencana pembukaan Konsulat Jenderal baru membuat KBRI Beijing membutuhkan penguatan struktur organisasi agar layanan publik berjalan lebih cepat.
Baca Juga: Impor Baju Bekas Ilegal Tembus 1.800 Jalur Tikus, Ekonom Desak Regulasi Baru Pemerintah
Sugiono mengungkapkan bahwa beban kerja KBRI meningkat signifikan seiring naiknya interaksi bisnis, mobilitas pelajar, dan kerja sama antarwilayah.
Mandat Baru Irene Diproyeksikan Perkuat Efektivitas Diplomasi Indonesia
Dengan mandat barunya, Irene diperkirakan menjalankan peran strategis dalam mempercepat diplomasi ekonomi dan memperluas jaringan Indonesia di pusat industri Tiongkok.
Ia juga diharapkan memperkuat layanan perlindungan WNI melalui koordinasi yang lebih cepat antara KBRI dan otoritas setempat di berbagai provinsi.
Baca Juga: Skema Korupsi Petral 2009-2015 Terbongkar, Kejagung Kejar Buronan Mohammad Riza Chalid
Boy menegaskan bahwa dunia usaha membutuhkan diplomasi yang lebih efektif agar stabilitas investasi terjaga dan peluang kerja sama baru lebih mudah dibuka.
Sun menambahkan bahwa kolaborasi Indonesia dan Tiongkok akan semakin berkembang apabila komunikasi diplomatik berjalan lebih terstruktur dan responsif terhadap dinamika industri.****
Artikel Terkait
Tanda-tanda Janggal Wafatnya Dirut BJB Usai Golf yang Membuat Pakar Hukum Minta Penyidikan
Transformasi Berujung Pidana, BPK Temukan Rp4,8–10 M, Namun Dakwaan Kerugian Jauh Lebih Besar
Tiga Kementerian Diminta Putuskan: Status Polisi Aktif di ESDM Pasca Putusan MK Jadi Sorotan
Kasus Korupsi Petral Meluas, Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Mohammad Riza Chalid
Kawasan Konservasi Baru: Upaya Pelestarian Flora-Fauna di Gunung Galunggung Tasikmalaya
Mentan Sebut 250 Ton Beras Thailand Masuk Tanpa Izin, Pemerintah Selidiki Celah Pengawasan
Ketergantungan Impor Kedelai, DPR Minta Kementan Prioritaskan Lahan Tanam Sesuai Arahan Presiden
Tiga Era Politik Indonesia Dinilai Melenceng: Mahfud MD Bandingkan Orde Baru dan Reformasi Lewat Data Korupsi
Baju Bekas Ilegal Membanjir, Ekonom Soroti Risiko Industri Tekstil Rp100 Triliun
Setelah 15 Tahun Wacana Mandek, Redenominasi Rupiah Dinilai Tidak Menguntungkan Perekonomian