INDONESIA24JAM.COM - Di saat harga batu bara global berfluktuasi, keputusan strategis apa yang diambil PT Bukit Asam untuk menjaga kinerja dan kepercayaan pemegang saham?
RUPSLB PTBA justru menyorot arah kebijakan jangka panjang yang lebih fokus pada struktur, bukan sekadar laba jangka pendek.
PT Bukit Asam Tbk menyelenggarakan RUPSLB pada 16 Desember 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi hukum dan tata kelola korporasi.
Pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar agar selaras dengan Undang-Undang BUMN terbaru.
Penyesuaian tersebut mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 dan arahan Badan Pengaturan BUMN.
Baca Juga: Evaluasi 100 Persen Tambang Jateng: Data Lingkungan Ungkap Risiko Serius di Gunung Slamet dan Muria
Strategi Percepatan Pengambilan Keputusan Korporasi
RUPSLB menyetujui pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris terkait persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026–2030.
Kebijakan ini diharapkan mempercepat eksekusi strategi tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menyatakan kebijakan tersebut penting menghadapi perubahan pasar.
Baca Juga: Kerja Sama Migas Indonesia–Irak: Pertamina Kantongi 20 Persen PI, Eksplorasi Green Field Dibuka
“Kami membutuhkan struktur pengambilan keputusan yang lebih adaptif agar korporasi tetap kompetitif,” kata Arsal Ismail.
Capaian Keuangan Hingga September Tahun Berjalan
PT Bukit Asam Tbk mencatat laba bersih Rp1,4 triliun hingga Kuartal III 2025.
Artikel Terkait
Prabowo Hentikan 100% Izin Tambang Dan Hutan, Lebih dari 1 Juta Hektare Konsesi Terancam Dievaluasi
Bentrok Tambang Emas Ketapang: 15 WNA Tiongkok Ditangkap, Aset Korporasi Mengalani Rusak
Skema Kemitraan Jadi Opsi ESDM Saat Tambang Ilegal Sebabkan Kerugian Hingga Triliunan
Dugaan Penyerangan Prajurit TNI, 15 WNA Tiongkok dan Kerusakan Aset Tambang Emas Ketapang
Tambang Ilegal dan Penyelundupan Masih Marak, Prabowo Sebut Oknum TNI-Polri Jadi Pelindung Kejahatan
Dari Hilir Hingga Lokal: Inalum Paparkan Dampak Ekonomi Hilirisasi Aluminium Di Kalimantan Barat.
Hentikan Impor Solar 2026, Strategi Presiden Prabowo Subianto Bangun Bioenergi Dari Papua
Industri Nikel Bergejolak, Denda Administrasi Kepmen ESDM 391/2025 Dipersoalkan
Dari Jakarta ke Irak: Strategi Migas Indonesia Akses Minyak Global untuk Amankan Pasokan Energi
Evaluasi Tambang Jawa Tengah: Puluhan Izin Masuk Kawasan Rawan Bencana dan Hutan Lindung