INDONESIA24JAM.COM - Apakah NU bisa tenang di tengah gelombang polemik internal ini?
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menanggapi desakan agar Gus Yahya, mundur dari Ketua Umum PBNU.
Ia meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan memberi ruang bagi proses internal di tubuh PBNU.
Baca Juga: Tumbler Hilang di KRL: Fakta Penting yang Memicu Polemik dan Sorotan Publik terhadap Etika Komuter
Usai beredarnya desakan agar Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, mundur.
Cak Imin menyampaikan sikap itu saat menghadiri pelantikan organisasi sayap PKB, di Bojongsari, Depok pada Sabtu (22/11/2025).
Dia menegaskan pentingnya menghormati mekanisme organisasi PBNU, tanpa buru-buru mengambil kesimpulan.
Baca Juga: Rekor IHSG 8.602 Dicapai dalam Sehari: Mengapa Purbaya Yakin Pasar Menuju Tren 9.000?
“Kita tunggu saja, kita tunggu saja, biarkan proses internal mereka berlangsung,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Menko PM itu berharap keputusan final nanti menjadi yang terbaik untuk keberlanjutan dan keharmonisan organisasi NU secara keseluruhan.
“Semoga akan ada keputusan yang terbaik untuk NU,” tambah Cak Imin.
Baca Juga: Audit PBNU 2022 Ungkap Rp100 M Dana Masuk, Syuriyah Akui Jadi Pertimbangan Pemecatan Gus Yahya
Polemik PBNU dan Isu Mundur
Desakan mundur terhadap Gus Yahya berasal dari risalah Syuriyah PBNU tertanggal 20 November 2025 yang beredar luas.
Dalam risalah tersebut disebut bahwa Syuriyah — yang diklaim dihadiri 37 dari 53 pengurus harian PBNU — meminta Gus Yahya mundur dalam waktu tiga hari sejak penerimaan surat, atau akan diberhentikan.
Artikel Terkait
Investigasi Sungai Sekonyer Berujung Tindak 12 Pelaku PETI dengan Ancaman 15 Tahun Penjara
Angka dan Fakta Operasional Bandara IMIP: Tanpa Airnav, Tanpa Imigrasi, Tanpa Bea Cukai
Pertumbuhan Manufaktur 5,54 Persen: Pemerintah Siapkan 3 Kebijakan Besar Sektor Industri
Rencana Negosiasi Desember 2025: Pemerintah Matangkan 5 Skema Restrukturisasi Utang Whoosh
7 Alasan Syuriyah PBNU Copot Gus Yahya: Dari Kontroversi Pro-Israel hingga Masalah Tata Kelola Aset
Target PLTS Nasional Naik: Setiap Desa 1 MW, Tambang Ilegal Tanpa IPPKH Jadi Fokus Penertiban
Data 2019–2024 Ungkap Celah Bandara IMIP: Sjafrie Tegaskan Tak Boleh Ada Negara Dalam Negara
Rekor IHSG 8.602 Dicapai dalam Sehari: Mengapa Purbaya Yakin Pasar Menuju Tren 9.000?
Audit PBNU 2022 Ungkap Rp100 M Dana Masuk, Syuriyah Akui Jadi Pertimbangan Pemecatan Gus Yahya
Tumbler Hilang di KRL: Fakta Penting yang Memicu Polemik dan Sorotan Publik terhadap Etika Komuter